Kenali Flossing Gigi: Manfaat, Pentingnya, dan Waktu Penggunaan yang Tepat

Apa Itu Flossing Gigi? Ini Pengertian Pentingnya, Manfaat dan Waktu Menggunakan - health Cantika.com

Kebersihan mulut merupakan faktor penting, termasuk gigi yang sehat. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri serta aktivitas makan dan berbicara dapat dilakukan dengan nyaman dan benar.

Maka dari itu, dibutuhkan perawatan mulut setiap hari untuk menjaga kebersihannya, serta mencegah bau mulut dan infeksi yang disebabkan oleh pembentukan bakteri di dalam mulut.

Cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah adalah dengan menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan lidah dengan benar, membersihkan gigi dengan benang gigi (flossing), dan mencuci mulut.

Pentingnya Flossing Gigi

Menyikat gigi saja tidak bisa membantu membersihkan gigi secara total. Melansir dari laman News-medical.net, gigi memiliki lima permukaan, yaitu bukal, oklusal, lingual, mesial, dan distal. Sikat gigi hanya dapat menjangkau tiga permukaan tetapi tidak dapat menjangkau dua permukaan lainnya (mesial dan distal). 

Kedua permukaan ini akan bersentuhan erat dengan masing-masing sisi gigi lainnya sehingga sisa makanan mudah tersangkut di sana. Bersamaan dengan sisa makanan, air dan komponen lainnya, serta bakteri yang ada di dalam mulut, penumpukan plak di sekitar gigi, baik di atas maupun di bawah gusi.Â

Karena itu, flossing gigi menjadi sangat penting dan wajib menjadi rutinitas pembersihan gigi. 

Mengenal Flossing Gigi

Flossing dapat diartikan sebagai proses pembersihan sela-sela gigi, sela-sela gigi, dan gusi dengan menggunakan benang tipis yang disebut benang gigi. Benang gigi biasanya terbuat dari sutra, nilon, atau teflon. 

Menurut American Dental Association (ADA), pembersih interdental seperti benang gigi memainkan peran penting dalam menghilangkan plak dan kotoran dari area yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi.

Manfaat Flossing Gigi

Melansir Healthline, terdapat lima manfaat flossing gigi.

1. Menghilangkan Plak

Plak adalah lapisan lengket tidak berwarna yang terkumpul di sekitar dan di antara gigi serta di sepanjang garis gusi. Plak terbentuk di sekitar gigi ketika bakteri di mulut bercampur dengan makanan dan minuman bertepung atau bergula. 

Bakteri ini melepaskan asam yang memecah karbohidrat. Jika gigi tidak disikat, bakteri, asam, dan karbohidrat dapat bercampur membentuk lapisan plak di sekitar gigi dan gusi.

Bakteri dalam plak dapat melepaskan asam yang menyerang email gigi. Kalau asam ini tidak dihilangkan dengan menyikat gigi dan flossing, lama kelamaan dapat menyebabkan gigi berlubang.

Penumpukan plak bisa mengeras dan berubah menjadi karang gigi, yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit gusi. Membersihkan gigi dengan benang secara teratur dapat membantu menghilangkan partikel makanan di sekitar gigi, serta plak yang menumpuk di sela-sela gigi.

Baca juga artikel : Scalling Gigi

2. Mengurangi Resiko Gigi Berlubang

Kerusakan gigi dapat menyebabkan gigi berlubang, yang menyebabkan lubang kecil pada permukaan keras gigi yang disebut email. Semakin banyak plak pada email gigi, semakin tinggi pula resiko terjadinya gigi berlubang.

Membersihkan gigi dengan flossing dapat membantu menghilangkan partikel makanan yang tersembunyi dan penumpukan plak, serta menurunkan risiko kerusakan gigi.

3. Mencegah Penyakit Gusi

Gingivitis adalah tahap awal penyakit gusi. Salah satu tanda awal gingivitis adalah peradangan di sekitar gusi. Hal ini juga memungkinkan gusi berdarah saat menyikat atau membersihkan gigi.

Jika gingivitis tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius yang disebut periodontitis. Infeksi ini dapat menyebabkan gusi menyusut atau terlepas dari gigi. Gigi dapat kehilangan dukungan tulang dan menjadi longgar. Jika tidak diobati, periodontitis dapat menyebabkan respons peradangan di seluruh tubuh.

Menyikat gigi dua kali sehari dan flossing sekali sehari dapat membantu mengurangi risiko penyakit gusi. Pembersihan profesional yang dilakukan oleh dokter gigi setiap 6 bulan juga dapat membantu menjaga kesehatan gusi.

4. Mengurangi Bau Mulut

Bau mulut (halitosis) adalah masalah umum. Tapi flossing adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau mulut. Saat makanan tersangkut di sela-sela gigi, perlahan-lahan makanan tersebut mulai membusuk. Jika tidak menghilangkan partikel makanan tersebut, hal ini dapat menyebabkan napas berbau tidak sedap.

Selain itu, jika plak menumpuk di sekitar atau di antara gigi dan mulai mengikis enamel gigi, hal ini dapat menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi, yang berkontribusi terhadap bau mulut.

5. Dapat Membantu Kesehatan Jantung

Kebersihan gigi yang baik tidak hanya bermanfaat bagi gigi dan gusi. Ini bermanfaat juga bagi kesehatan jantung. Menurut sebuah penelitian besar pada tahun 2019, peserta yang mematuhi standar kebersihan mulut yang tinggi mengalami penurunan risiko fibrilasi atrium dan gagal jantung.

Meskipun demikian, American Heart Association menyatakan hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan jantung mungkin lebih berkaitan dengan hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Apa pun itu, flossing adalah cara sederhana dan murah untuk membantu meningkatkan kebersihan mulut dan kesehatan secara keseluruhan.

Kapan Harus Melakukan Flossing Gigi?

ADA merekomendasikan menyikat gigi selama 2 menit dua kali sehari dan membersihkan gigi dengan benang setidaknya sekali sehari. Beberapa orang lebih suka flossing saat rutinitas pagi mereka, ada juga yang menyukai pembersihan terakhir sebelum tidur.

Biasanya, flossing dilakukan terlebih dahulu lalu menyikat gigi dengan sikat gigi. Flossing akan menghilangkan partikel makanan dan plak di sekitar gigi. Tindakan menyikat gigi kemudian membantu menghilangkan plak dan partikel yang telah dihilangkan dari garis gigi dan gusi.

Jenis Benang Untuk Flossing

Tidak ada benang gigi yang cocok untuk semua orang. Benang gigi tersedia dalam berbagai jenis, dan memilih benang gigi yang terbaik untuk Anda dapat meningkatkan pengalaman membersihkan gigi secara signifikan. 

Benang Nilon Tradisional:

Jenis benang gigi yang paling populer dan banyak digunakan adalah benang nilon.  Benang ini menghilangkan partikel makanan dan plak dari sela-sela gigi secara efektif karena terbuat dari untaian nilon multifilamen yang tipis. 

Benang gigi ini serbaguna dan praktis, tersedia dalam jenis yang dilapisi lilin dan tidak dilapisi lilin.

Benang Monofilamen:

Benang Monofilamen: Juga dikenal sebagai benang PTFE, benang monofilamen diproduksi dari seutas bahan tunggal, biasanya Teflon atau polimer terkait. 

Jenis benang ini cocok untuk orang dengan gigi yang berjejal atau renggang karena mudah diselipkan di antara gigi dan tidak mudah tercabut. Benang monofilamen biasanya lebih mahal tetapi menawarkan pengalaman yang menyenangkan dan mudah saat membersihkan gigi.

Pita Gigi:

Dibandingkan dengan benang gigi biasa, pita perekat gigi lebih lebar dan lebih datar. Pita perekat gigi memiliki area permukaan pembersihan yang lebih besar dan terbuat dari nilon atau PTFE. 

Bagi orang yang memiliki celah yang lebih besar di antara gigi atau yang menginginkan bahan benang gigi yang lebih lebar, pita perekat gigi cocok digunakan. Pita perekat ini efektif menghilangkan plak dan tidak mudah mengiritasi jaringan gusi.

Benang Gigi yang Dilapisi Lilin vs. Benang Gigi yang Tidak Dilapisi Lilin:

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah apakah Anda lebih suka benang gigi yang dilapisi lilin atau tidak. Benang gigi yang dilapisi lilin memiliki lapisan lilin yang tipis, sehingga lebih mudah untuk bergerak di antara gigi, terutama di ruang sempit. 

Sebaliknya, benang gigi yang tidak dilapisi lilin lebih tipis dan mungkin pas di antara gigi yang jaraknya rapat. Pilihan pribadi Anda dan kebutuhan khusus gigi dan gusi Anda akan menentukan apakah Anda menggunakan benang gigi yang dilapisi lilin atau tidak.

Benang Beraroma:

Benang gigi beraroma merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang menyukai sensasi kesegaran dalam rutinitas kebersihan gigi mereka. 

Benang gigi beraroma tersedia dalam berbagai rasa, seperti buah, mint, atau kayu manis, dan dapat meninggalkan rasa yang enak di mulut Anda. 

Hal ini khususnya berguna untuk menyemangati anak-anak atau orang lain yang merasa bosan menggunakan benang gigi.

Tusuk Benang Gigi:

Tusuk benang gigi, yang biasa disebut flosser, merupakan pengganti praktis untuk benang gigi biasa. Alat plastik kecil ini memiliki pegangan dan seutas benang gigi pendek yang terpasang, sehingga lebih mudah untuk diselipkan di antara gigi. 

Bagi mereka yang kurang terampil atau mereka yang kesulitan menggunakan teknik benang gigi konvensional, tusuk gigi sangatlah membantu.

Memahami berbagai jenis benang gigi dan mempertimbangkan elemen-elemen seperti jarak gigi dan selera pribadi dapat membantu Anda memilih benang yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda dan meningkatkan kesehatan mulut yang prima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *