Hempas Karang Gigi dengan Scalling

Sumber : www.alodokter.com

Apa itu Scalling?

Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi dengan menggunakan alat yang disebut dengan ultrasonic scaler. Karang gigi atau tartar itu sendiri adalah tumpukan plak yang menempel dan mengeras pada permukaan gigi. Karang gigi membuat tampilan gigi tampak tidak terawat. Pasalnya, plak yang mengeras cenderung berwarna kusam, bisa berwarna kuning kecokelatan hingga hitam.

Alat ultrasonic scaler akan menghasilkan getaran yang mampu menghancurkan dan merontokkan karang di sela-sela hingga bagian terdalam gigi. Tak hanya itu, alat ini juga dapat membersihkan karang gigi di garis gusi yang sulit dijangkau dengan bulu sikat gigi. Saat melakukan scaling, Anda mungkin merasakan gusi bengkak, nyeri, atau bahkan berdarah. Hal ini terjadi karena bagian karang gigi berada di subgingiva (di bawah gusi) maka dokter gigi akan mengambil di bawah gusi yang menyebabkan perdarahan.

Efek setelah scaling juga muncul karena gigi yang berkarang sedang menyesuaikan diri dengan proses scaling agar kembali bersih dan gusi akan merekat lebih baik ke gigi karena dengan adanya karang gigi yang perekatannya menurun.

Kapan Anda perlu melakukan scaling gigi?

Karang gigi tidak mudah dibersihkan hanya dengan menyikat gigi rutin atau menggunakan benang gigi (dental floss) saja. Maka dari itu, Anda perlu ke dokter gigi untuk menjalani prosedur scaling. Scaling dapat membersihkan karang gigi yang sangat keras sekali pun.

Anda disarankan menjalani scaling setiap enam bulan sekali. Namun untuk kasus yang berat, misalnya ada memiliki gejala penyakit gusi, maka scaling dapat dilakukan sesegera mungkin atau tiga bulan sekali.

Prosedur Scaling Gigi

Proses scaling gigi pada dasarnya aman, meskipun mungkin dapat menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Lamanya prosedur ini dilakukan tergantung pada jumlah dan tingkat keparahan karang gigi yang Anda miliki.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh dokter gigi selama prosedur scaling gigi:

  1. Dokter akan memeriksa rongga mulut secara keseluruhan dan mengidentifikasi lokasi karang gigi dengan bantuan cermin khusus.
  2. Dokter akan memberikan anestesi lokal pada pasien untuk menghilangkan rasa sakit yang mungkin saja muncul saat scaling. Diskusikan dengan dokter bila
  3. Anda khawatir perihal pilihan penggunaan anestesi ini.
  4. Dokter mulai melakukan pembersihan karang gigi menggunakan alat pengikis ultrasonic scaler.
  5. Setelah itu, dokter akan melanjutkan pembersihan menggunakan alat pengikis manual dengan ujung runcing untuk membersihkan karang yang tidak terjangkau alat pengikis ultrasonik.
  6. Tahap selanjutnya, dokter akan menyikat gigi pasien dengan sikat gigi elektrik dan menggunakan benang gigi untuk menjangkau plak gigi yang terselip antar gigi.
  7. Setelah dinyatakan bersih dari karang gigi, dokter akan meminta pasien membilas mulut dengan cairan yang mengandung fluoride.

Seberapa sering Anda melakukan scaling gigi tergantung pada kondisi kesehatan gigi Anda. Normalnya, scaling gigi bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali. Namun, scaling gigi juga bisa dilakukan lebih sering dari itu jika Anda memiliki penyakit gusi atau berisiko tinggi mengalami penyakit gusi.

Rutin melakukan scaling gigi tidak hanya dapat menjaga kesehatan mulut, tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, jagalah kebersihan gigi dan periksakan gigi Anda secara rutin ke dokter gigi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *