Sakit Gigi Terus Berulang? Kenali Penyebab dan Atasi dengan Cara Ini

Sakit gigi sulit diabaikan, baik rasa sakit yang muncul tiba-tiba secara tajam, maupun sakit yang terasa tumpul dan konstan, keduanya membutuhkan perawatan. Meskipun terbilang sebagai masalah gigi yang umum, namun pengobatan atau cara menghilangkan sakit gigi dapat berbeda-beda bergantung pada faktor penyebab dan tingkat keparahannya.

Sebagian besar masalah gigi sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut secara rutin, seperti menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela gigi dengan benang gigi, serta melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun. Dokter gigi juga dapat memberikan perlindungan tambahan melalui aplikasi fluorida dan pemasangan sealant, terutama untuk menjaga kesehatan gigi anak-anak.

Jika rasa sakit sudah parah, perawatan rumahan saja biasanya tidak cukup. Dalam kasus seperti ini, pemeriksaan dan penanganan oleh dokter gigi sangat diperlukan untuk mengatasi sumber masalahnya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan maupun mengobati sakit gigi, mulai dari langkah sederhana di rumah hingga perawatan profesional di klinik gigi.

Faktor Penyebab Sakit Gigi

Ada berbagai alasan yang menjadi pemicu munculnya nyeri atau rasa sakit pada gigi, mulai dari makanan yang tersangkut di gigi, hingga infeksi bakteri. Ketahui selengkapnya mengenai faktor penyebab sakit gigi berikut:

1. Karies Gigi (Gigi Berlubang)

Karies atau gigi berlubang merupakan penyebab paling umum sakit gigi. Kondisi ini terjadi ketika sisa makanan dan bakteri di dalam mulut membentuk asam yang merusak lapisan enamel gigi. Jika dibiarkan, kerusakan akan semakin dalam hingga mencapai lapisan dentin atau bahkan saraf gigi, menimbulkan rasa nyeri berdenyut.

2. Gigi Sensitif

Gigi sensitif terjadi ketika lapisan pelindung gigi (enamel) menipis atau akar gigi terbuka, membuat saraf di dalam gigi lebih mudah terangsang. Akibatnya, gigi terasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, manis, atau asam. Salah satu penyebabnya berupa akibat menyikat gigi terlalu keras atau kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism).

3. Infeksi Saraf Gigi atau Pulpitis

Pulpitis adalah peradangan pada jaringan saraf dan pembuluh darah di dalam gigi. Biasanya terjadi akibat karies yang sudah sangat dalam atau trauma pada gigi. Rasa sakitnya tajam, berdenyut, dan dapat menjalar ke rahang atau kepala. Dokter gigi akan melakukan perawatan saluran akar (root canal treatment) untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dan menyelamatkan struktur gigi.

4. Penyakit Gusi

Gusi yang meradang atau terinfeksi juga bisa menyebabkan nyeri di sekitar gigi. Pada tahap awal (gingivitis), gusi tampak merah, bengkak, dan mudah berdarah. Jika tidak ditangani, peradangan bisa berkembang menjadi periodontitis, yang dapat merusak jaringan penyangga gigi hingga menyebabkan gigi goyang hingga tanggal atau terlepas.

4. Gigi Patah

Ketika gigi mengalami retak atau patah, saraf di bagian dalam gigi mungkin saja akan terekspos, hal inilah yang menjadi pemicu rasa nyeri pada gigi.

5. Abses Gigi

Abses gigi adalah penumpukan nanah akibat infeksi bakteri di akar atau jaringan sekitarnya. Gejalanya meliputi nyeri hebat, bengkak pada gusi atau pipi, bahkan demam. Kondisi ini memerlukan perawatan segera karena infeksi dapat menyebar ke jaringan lain. Jika Anda mengalami sakit gigi karena abses, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

6. Tumbuhnya Gigi Bungsu (Gigi Geraham Ketiga)

Gigi bungsu yang tumbuh miring atau terjebak di dalam gusi dapat menyebabkan nyeri, gusi bengkak, dan sulit membuka mulut. Kondisi ini disebut perikoronitis. Dokter gigi akan melakukan pembersihan area gusi atau pencabutan gigi bungsu jika pertumbuhannya menimbulkan masalah berulang.

Cara Meredakan Sakit Gigi secara Alami

Sebelum mendapatkan penanganan dari dokter gigi, ada beberapa cara alami yang bisa membantu meredakan nyeri sementara di rumah. Cara ini tidak mengobati penyebab utama, tetapi bisa mengurangi rasa tidak nyaman.

1. Berkumur dengan Air Garam

Air garam memiliki sifat antiseptik ringan yang membantu membersihkan area gigi yang terinfeksi, membunuh bakteri, dan mencegah bakteri berkembang meluas. Ketika Anda mengalami sakit gigi, cobalah untuk melakukan pertolongan pertama dengan berkumur menggunakan air garam. Campuran air garam yang larut membantu menarik kelembapan dari jaringan gigi yang sedang meradang (ini disebut proses osmosis). Cara ini cukup ampuh untuk mengurangi bengkak dan peradangan di area gusi.

2. Kompres dengan Air Es

Anda juga bisa mencoba alternatif lain untuk mengurangi sakit dan pembengkakan pada gigi, yaitu dengan kompres air es. 

Kompres dengan air dingin bisa membuat pembuluh darah lebih menyempit dan membuat rasa sakit mereda perlahan. 

3. Minum Obat Anti Nyeri

Jika Anda memiliki persediaan obat anti nyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen, segeralah untuk meminumnya. Obat-obat tersebut bisa membantu Anda mengurangi rasa nyeri akibat sakit gigi. Namun, perlu diperhatikan cara pakai yang benar ya, Sahabat Audy.

Cara Menghilangkan Sakit Gigi dengan Perawatan

Pengobatan di rumah hanya dapat meredakan nyeri sementara. Untuk mengatasi sakit gigi secara tuntas, dibutuhkan perawatan profesional oleh dokter gigi agar penyebab utama dapat diatasi dengan tepat. Berikut beberapa perawatan yang umum dilakukan:

1. Penambalan Gigi

Dilakukan untuk menutup lubang akibat karies dan mencegah kerusakan gigi lebih lanjut. Dokter akan membersihkan area dinding gigi yang rusak, lalu menutupnya dengan bahan tambal seperti resin komposit.

2. PSA

Jika infeksi sudah mencapai saraf gigi, dokter akan membersihkan jaringan yang terinfeksi dari dalam saluran akar, mensterilkannya, dan menutup kembali dengan bahan khusus. Perawatan ini membantu mempertahankan gigi tanpa perlu dicabut.

3. Scaling

Untuk kasus sakit gigi akibat penyakit gusi, dokter akan melakukan scaling untuk membersihkan plak dan karang gigi, serta melakukan perawatan lanjutan jika jaringan gusi sudah mengalami peradangan berat. 

4. Cabut Gigi

Apabila gigi Anda mengalami kerusakan parah dan tidak bisa lagi diselamatkan dengan perawatan saluran akar, maka solusi terakhir untuk mengatasi masalah sakit gigi ini adalah ekstraksi atau cabut gigi.

Kesimpulan

Sakit gigi tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya kerusakan atau infeksi pada jaringan mulut. Penanganan sementara di rumah memang bisa membantu meredakan nyeri, namun untuk hasil yang tuntas dan aman, pemeriksaan serta perawatan langsung oleh dokter gigi adalah langkah terbaik. Pemeriksaan rutin setiap enam bulan juga penting untuk mencegah masalah gigi sebelum menjadi parah.

Penulis : Iman Abdul Rohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *