Salah satu kebiasaan yang sering kami temui di Wijaya Dental Klinikdalah pasien yang menunda perawatan gigi selama bulan Ramadan. Alasan utamanya selalu sama: takut puasanya batal. Padahal, menunda perawatan gigi justru bisa memperparah masalah yang ada dan menimbulkan rasa sakit yang lebih besar.
Di bawah ini kita akan membahas perawatan gigi apa saja yang aman dilakukan saat puasa dan mana yang sebaiknya ditunda setelah Ramadan.
Perawatan Gigi Tidak Membatalkan Puasa
Secara umum, perawatan gigi di klinik tidak membatalkan puasa selama tidak ada zat yang secara sengaja ditelan masuk ke saluran pencernaan. Dokter gigi profesional selalu menggunakan alat suction (penyedot air liur) selama prosedur perawatan, sehingga cairan yang digunakan tidak mengalir ke tenggorokan pasien.
Mengacu pada Fatwa MUI (PDF) nomor 250/E/MUI-KB/V/2018 Tentang Tindakan Kedokteran Gigi, Sebagian besar ulama sepakat bahwa perawatan gigi seperti sikat gigi dan menggunakan obat kumur tidak membatalkan puasa. Ini karena tindakan-tindakan tersebut tidak termasuk sebagai makanan atau minuman yang dapat memengaruhi puasa. Menurut pandangan kebanyakan ulama, asal dari puasa adalah menahan diri dari makanan, minuman, dan aktivitas yang membatalkan puasa, seperti hubungan suami istri, selama waktu yang ditetapkan.
Mengenai pembersihan gigi profesional, seperti pembersihan gigi oleh dokter gigi, sebagian besar ulama juga sepakat bahwa ini tidak membatalkan puasa, karena tidak ada makanan atau minuman yang dimasukkan ke dalam tubuh.
Baca Juga: Sakit Gigi Tak Biasa? Waspadai Abses Gigi
Perawatan yang Aman Dilakukan Saat Puasa
Berpuasa tidak menghalangi Anda untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut. Beberapa prosedur berikut umumnya aman dilakukan karena dokter gigi menggunakan sistem suction untuk mencegah cairan tertelan:
1. Pemeriksaan Rutin dan Konsultasi
Kontrol rutin dan diskusi mengenai keluhan gigi atau gusi tetap aman dilakukan saat puasa karena tidak melibatkan konsumsi atau tindakan yang membatalkan.
2. Penambalan Gigi
Prosedur penambalan untuk mengatasi gigi berlubang dapat dilakukan dengan aman karena cairan dan sisa bahan akan disedot menggunakan alat khusus.
3. Pembersihan Karang Gigi
Scaling bertujuan membersihkan plak dan karang gigi yang menumpuk. Selama prosedur, dokter menggunakan alat suction sehingga air dan kotoran tidak tertelan.
4. Pemasangan dan Kontrol Kawat Gigi
Pemasangan maupun kontrol rutin behel tidak membatalkan puasa karena tidak ada zat yang masuk ke saluran cerna.
5. Pencetakan Gigi untuk Pembuatan Protesa
Proses pencetakan untuk pembuatan gigi tiruan atau protesa juga aman dilakukan dengan pengawasan tenaga medis.
6. Rontgen Gigi
Pemeriksaan radiografi gigi tidak melibatkan cairan atau zat yang masuk ke tubuh, sehingga aman dilakukan saat berpuasa.
Dengan teknologi dan prosedur yang tepat seperti yang kami lakukan di Wijaya Dental Klinik, perawatan gigi tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu ibadah puasa.
Perawatan yang Sebaiknya Ditunda
Meskipun secara hukum agama tidak membatalkan puasa, ada beberapa prosedur yang dokter gigi kami sarankan untuk ditunda karena alasan kenyamanan pasien. Pencabutan gigi yang kompleks seperti operasi gigi bungsu, karena prosedur ini melibatkan perdarahan yang cukup banyak dan pasien perlu minum obat segera setelahnya. Bedah mulut atau periodontal yang memerlukan jahitan dan perawatan pasca-operasi intensif juga sebaiknya ditunda. Prosedur yang memerlukan anestesi umum tentu harus dijadwalkan di luar waktu puasa.
4 Tips ke Dokter Gigi Saat Puasa
Berikut beberapa saran bagi pasien yang berencana berkunjung ke dokter gigi saat sedang berpuasa:
1. Pilih Jadwal Mendekati Waktu Berbuka
Usahakan membuat janji di sore hari menjelang berbuka. Dengan begitu, jika dokter meresepkan obat atau Anda membutuhkan pereda nyeri, obat dapat langsung diminum saat waktu berbuka tiba.
2. Informasikan Bahwa Anda Sedang Berpuasa
Sampaikan kepada dokter gigi sejak awal bahwa Anda sedang berpuasa. Informasi ini penting agar prosedur dapat disesuaikan dan dilakukan dengan lebih hati-hati.
3. Minta Penggunaan Suction Lebih Intensif
Jangan ragu meminta dokter atau asisten untuk menggunakan alat suction secara lebih intensif selama tindakan, guna meminimalkan risiko cairan tertelan.
4. Siapkan Air dan Obat untuk Setelah Berbuka
Jika berpotensi timbul rasa tidak nyaman setelah tindakan, siapkan air minum dan obat pereda nyeri untuk dikonsumsi segera setelah waktu berbuka.
Dengan persiapan yang tepat dan komunikasi yang baik dengan dokter gigi, perawatan tetap dapat berjalan aman dan nyaman selama puasa.
Jangan Tunda Keadaan Darurat
Penting untuk diingat bahwa keadaan darurat gigi seperti infeksi, abses, trauma gigi, atau nyeri hebat tidak boleh ditunda. Menurut Healthline, infeksi gigi yang tidak ditangani bisa menyebar ke area lain dan membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Dalam kondisi darurat, Islam memperbolehkan untuk tidak berpuasa demi menjaga kesehatan.






Tinggalkan Balasan