Jangan Anggap Remeh! Inilah 7 Alasan Mengapa Bibir Sering Sariawan dan Cara Menghindarinya

Sariawan atau dalam istilah medis disebut stomatitis aftosa, adalah luka dangkal, kecil dan terasa nyeri yang muncul pada jaringan lunak di dalam mulut, seperti bibir dalam, pipi, gusi atau lidah. Umumnya berwarna putih atau kuning dengan tepian merah, sariawan bukanlah infeksi yang menular, namun sangat mengganggu saat makan, minum, atau berbicara.

Ketahui beberapa kondisi yang menjadi penyebab sariawan di bibir dan cara mencegah terjadinya pada ulasan di bawah ini.

Jenis-Jenis Sariawan di Bibir

Sariawan adalah luka kecil yang muncul di dalam mulut, biasanya pada bibir, pipi, gusi, atau lidah. Ini adalah kondisi yang umum, bahkan sering dikeluhkan oleh setiap orang. Berdasarkan tingkat keparahannya, sariawan terbagi menjadi beberapa jenis, berikut jenis-jenis sariawan di antaranya:

Sariawan Minor

Sariawan minor, atau disebut juga dengan sariawan kecil, adalah tipe yang paling sering dikeluhkan. Ukuran sariwan ini cukup kecil, kurang dari 1 cm dengan bentuk oval dan tepi berwarna kemerahan. Kondisi ini biasanya bisa sembuh sendiri dalam waktu 1–2 minggu.

Sariawan Mayor

Sariawan mayor atau besar merupakan tipe sariawan yang ukurannya lebih besar daripada tipe minor. Tipe sariawan ini terasa tumbuh lebih ke dalam dan memerlukan waktu lama untuk sembuh sendiri, atau sekitar empat minggu. Sariawan mayor biasanya juga meninggalkan bekas luka.

Sariawan Herpetiform

Tipe sariawan yang satu ini bisa muncul dalam jumlah banyak, antara 10–100 luka di dalam mulut. Luka tersebut ada yang berukuran kecil dan tipis, bahkan bisa berkumpul membentuk satu luka berukuran besar. Jika penderita mengalami luka yang bertambah banyak pada kondisi ini, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan dengan tepat.

Penyebab Sariawan di Bibir

Meski sariawan adalah kondisi yang umum dan dapat sembuh dengan sendirinya, namun dapat menjadi sebab dari suatu penyakit. Sariawan pada beberapa kondisi memerlukan pemeriksaan dokter, namun sejumlah penyebab umum sariawan di bibir mulai dari kondisi yang ringan hingga serius adalah sebagai berikut:

  1. Iritasi

Salah satu pemicu sariawan di bibir adalah iritasi akibat pemakaian pasta gigi atau obat kumur yang mengandung alkohol atau sodium lauryl sulphate. Pasalnya, kedua zat tersebut memiliki sifat iritatif, sehingga bisa menimbulkan luka dan berujung pada munculnya sariawan di bibir dalam.

  1. Luka

Luka pada bibir merupakan penyebab sariawan yang paling sering terjadi. Luka tersebut bisa terjadi karena tidak sengaja menggigit bibir, menggosok gigi terlalu keras, pemakaian kawat gigi, atau penggunaan gigi palsu yang tidak tepat.

  1. Defisiensi Nutrisi

Kurangnya asupan nutrisi, seperti zat besi, asam folat, zinc, dan vitamin B2 juga bisa menjadi salah satu penyebab sariawan pada bibir. Kondisi ini bisa dicegah dengan memenuhi asupan vitamin harian untuk tubuh.

  1. Infeksi

Infeksi virus, bakteri, dan jamur juga bisa menjadi penyebab sariawan di mulut. Adapun beberapa virus yang bisa menyebabkan sariawan adalah herpes simplex dan varicella-zoster. Selain itu, penyakit menular seksual, seperti gonore dan sifilis juga bisa menimbulkan  sariawan di mulut.

  1. Efek Samping Obat

Sejumlah pengobatan yang bisa menimbulkan sariawan di bibir apabila digunakan dalam jangka panjang adalah kemoterapi, obat anti epilepsi, antibiotik, atau kortikosteroid.

  1. Penyakit Autoimun

Pada kondisi yang lebih serius, sariawan di bibir bisa jadi disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti lichen planus yang menimbulkan ruam gatal di bagian dalam mulut atau bercak leukoplakia yang menyerang selaput lendir mulut.

  1. Kanker Mulut

Sariawan di bibir yang tak kunjung sembuh selama beberapa minggu perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu tanda kanker mulut. Pada kondisi ini, bercak sariawan yang muncul bisa terlihat keputihan atau kemerahan disertai nyeri, kesulitan menelan, dan mati rasa di bibir.

Berapa Lama Sariawan di Bibir Sembuh?

Pada umumnya, sariawan di bibir luar maupun dalam bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2–4 minggu, tergantung dari jenisnya. Namun, apabila merasakan nyeri dan perih hebat akibat luka, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Biasanya, dokter akan memberikan salep atau obat kumur pada kasus sariawan yang ringan. Pada kasus yang berat, biasanya dokter akan memberikan obat topikal dengan kandungan steroid. Jenis obat ini bisa digunakan langsung pada daerah luka.

Cara Mencegah Sariawan di Bibir

Sariawan di bibir dapat menyebabkan penderita kesulitan makan dan minum, karena sensasi perih yang dirasakan. Oleh sebab itu, terdapat beberapa cara mencegah sariawan pada bibir yang dapat dilakukan di antaranya:

  1. Memperbanyak asupan buah dan sayur.
  2. Sikat gigi dengan benar dan rutin.
  3. Rajin membersihkan mulut.
  4. Biasakan makan secara perlahan.
  5. Mengelola stres.
  6. Menghentikan kebiasaan menggigit bibir.
  7. Membatasi konsumsi makanan pedas dan asam.

Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Saatnya Bertindak!

Jika sariawan Anda menetap lebih dari dua minggu, ukurannya sangat besar, atau muncul sangat sering, jangan didiamkan. Bisa jadi ada masalah kesehatan gigi dan mulut yang memerlukan penanganan profesional.

Solusi Profesional di Wijaya Dental Clinic

Jangan biarkan ketidaknyamanan mulut menghalangi senyum Anda. Wijaya Dental Clinic hadir dengan tim dokter gigi spesialis yang berpengalaman untuk mendiagnosis penyebab sariawan Anda secara akurat.

Mengapa Memilih Wijaya Dental Clinic?

  1. Pemeriksaan Menyeluruh: Kami mencari akar masalah, bukan sekadar meredakan gejala.
  2. Teknologi Modern: Penanganan yang minim rasa sakit dan lebih higienis.
  3. Edukasi Pasien: Kami membantu Anda memahami cara perawatan mandiri yang efektif di rumah.

Segera jadwalkan konsultasi Anda dan kembalikan kenyamanan berbicara serta makan tanpa rasa perih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *